Membangun Web Aplikasi

Ada beberapa tahap dalam pembuatan sebuah web aplikasi. Untuk mendesain web aplikasi yang bagus diperlukan kecermatan dalam menentukan requirement dan desain sampai diimplementasikan dan testing.

 

Tahap penentuan kebutuhan sangatlah penting karena harus memperhatikan hal-hal berikut:

  • Kompleksitas fitur
  • Keterhubungan fitur satu dengan lainnya
  • Pengelompokkan fitur

Beberapa hal di atas dapat memengaruhi penentuan keputusan untuk memilih menggunakan CMS (Content Management System) atau membangun web mulai dari awal.

Apabila fitur-fitur yang terdefinisi memang spesifik atau jarang ditemukan pada modul-modul yang tersedia di berbagai CMS, biasanya dilakukan pembuatan web sendiri mulai dari awal.

Disini akan lebih dibahas mengenai pembuatan web aplikasi dari awal khususnya dengan framework CodeIgniter versi 2012 Januari.

 

Pembangunan web aplikasi menggunakan CodeIgniter harus memikirkan strategi hierarki jalannya aliran data dan berbagai kemungkinan-kemungkinan pemrosesan bisnis data sehingga terbagi menjadi tiga aspek yaitu Controller, View, dan Model. Tahap-tahap lebih detailnya dipelajari di kuliah Rekayasa Perangkat Lunak Lanjut dengan topik Web Engineering untuk menganalisis kebutuhan sampai strategi pembangunan web aplikasi.

 

Pada kasus ini diasumsikan pembuat web hanya satu orang.

Langkah pertama pembuatan biasanya dilakukan dengan pembuatan desain html terlebih dahulu untuk semua halaman. Mulai dari tampilan secara visual dengan CSS dan Javascript atau tambahan lainnya sehingga terbentuk semua halaman web dalam bentuk html.

Contoh:

  • HalamanUtama.html
  • HalamanArtikel.html
  • HalamanGallery.html
  • Style.css
  • Javascript.js

 

Langkah selanjutnya, berbagai file html tersebut dipiliah-pilah menjadi beberapa bagian dalam View sehingga dapat ditampilkan dengan efektif nantinya oleh Controller. Pembagian View nya sendiri dilakukan dengan cara menentukan file Header, Body, dan Footer. Semua halaman html yang telah dibuat, dicari pola yang sama untuk dijadikan Header, Footer, dan masing-masing Body-nya sendiri.

Contoh:

  • Bagian atas dari HalamanUtama.html, HalamanArtikel.html, dan HalamanGallery.html dicari yang sama kemudian dimasukkan ke folder View dengan nama Header.php. Hal yang sama juga dilakukan untuk Footer.php pada bagian bawah masing-masing file.
  • Bagian Body setiap file biasanya yang saling berbeda antarfile kemudian dipisahkan sehingga menjadi HalamanUtama.php, HalamanArtikel.php, dan HalamanGallery.php.
  • Untuk file css dan js dimasukkan masing-masing ke dalam folder yang bersesuaian.

 

Langkah selanjutnya, mendefinisikan Controller yang diperlukan untuk mekanisme pengolahan datanya. Secara umum penentuan Controller dipisahkan sesuai dengan karakteristik permintaan data. Apabila ada pembagian kelompok-kelompok tertentu pada View-nya sehingga Controller-nya pun dibagi berdasarkan kelompok-kelompok tersebut. Misal kita mempunya View dengan tiga jenis yaitu  InputView, OutputView, dan ProcessView. Ketiga jenis view ini mungkin memiliki pemrosesan data yang berbeda-beda sehingga diperlukan pemisahan file Controller menjadi InputController, OutputController, dan ProcessController.

 

To be continued…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s